PENTINGNYA BERBUAT BAIK APA SAJA IKHLAS KARENA ALLAH
Belajar Dari Kisah Sebuah Roti.
Ada seorang wanita yang membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari. Setiap harinya, wanita ini membuat roti ekstra untuk diberikannya pada orang lain yang kebetulan melewati rumahnya. Dia meletakkan roti itu pada jendela rumahnya untuk siapa saja yang ingin mengambil roti tersebut. Setiap hari, ada orang yang sudah tua bungkuk (mungkin waliyullah) datang dan mengambil roti itu. Tetapi, bukannya mengucapkan terima kasih dan menunjukkan keramahan, pria itu malah menggerutu sambil mengucapkan kata2 yang selalu dia ucapkan setiap hari. Beginilah kira-kira ucapannya: “Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.”
Hal ini berlangsung secara terus-menerus, hari demi hari. Pria bungkuk itu selalu datang dan mengambil roti seraya mengatakan sesuatu dengan mengucapkan, “Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.” Wanita itu merasa sebal dengannya,”Bukannya berterima kasih..,” katanya dalam hati.
‘Setiap hari pria itu mengatakan hal yang sama, apa maksudnya?’ pikir wanita itu. Suatu hari, tiba-tiba Ibu ini memiliki keinginan supaya pria bungkuk itu tidak pernah muncul lagi. Dia berniat membuat roti dengan racun di dalamnya. Tetapi, ketika akan meletakkannya pada jendela, dia gemetar dan tersadar. “Apa yang telah aku lakukan ini?” katanya dalam hati. Roti itu akhirnya diambil lagi lalu dibakarnya sampai habis dan dia menggantinya dengan roti biasa. Seperti hari-hari sebelumnya, pria itu datang lagi dan tetap mengatakan hal yang sama, tidak menyadari peperangan batin dalam diri wanita itu. Sebelumnya Putra wanita itu telah pergi merantau jauh dari tempat tinggalnya. Dan sudah berbulan-bulan dirinya tak mendapatkan kabar tentang keberadaan putranya itu. Wanita ini terus berdoa agar putranya diberi keselamatan dan dapat kembali padanya. Tiba-Tiba Malam itu, pintu rumahnya diketuk dari luar, wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak berdiri di hadapannya. Anaknya itu terlihat sangat kurus dan lemah, rupanya dia kelaparan. Sang anak menatap ibunya dan berkata,”Ibu, ini keajaiban, ketika aku masih jauh dari sini, aku kelelahan dan pingsan. Aku mungkin akan mati kelaparan, tetapi pada saat itu ada orang bungkuk datang melintas dan memberiku sebuah roti,” ungkap sang anak. Pria bungkuk itu berkata,” Ini yang aku makan setiap hari. Hari ini aku harus memberikannya padamu karena kamu lebih membutuhkannya daripada aku.”
Kemudian seketika wajah ibunya memucat dan tersandar di tembok. Dia teringat akan roti beracun yang hampir saja dia berikan pada orang bungkuk itu pagi tadi. Andai saja dia memberikannya pada orang bungkuk itu, tentu anaknya lah yang akan dia racuni dengan tangannya sendiri. Akhirnya dia baru menyadari arti kata yang selalu diucapkan pria bungkuk itu,”Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.”
Semoga Kisah ini menjadi ibrah agar selalu berbuat baik ikhlas karena Allah

Komentar