Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus
Kisah inspiratif se orang guru berkebutuhan khusus(ABK)
"seorang guru sekolah dasar negeri, mulai mengajar tahun 2000. Selama mengajar kurang lebih 21 tahun, banyak sekali ujian dan cobaan dalam menghadapi berbagai sifat dan karakter anak yang beragam. Duapuluh satu tahun bukan waktu yang sedikit berkecimpung dalam dunia pendidikan. Enam tahun terakhir ini saya memegang kelas satu.
Masalah itu muncul pada tahun 2018 pada saat sebelum pandemi. Selama menjadi guru, baru pertama kali saya menghadapai anak berkebutuhan khusus yang luar biasa. dia anak yang nakal, tidak hanya itu dia seorang anak ABK, dia bahkan belum mampu meguasai pelajaran apapun. Tapi itu semua memang suatu tantanganku untuk menaklukan hati peri kecil-peri kecil yang lucu dan menggemaskan, walaupun terkadang membuat kesal.
Elo nama samaranya. Seorang murid kelas I yang sangat luar biasa. Dia hampir setiap hari membuat teman-temannya menangis. Orang tua yang anaknya tersakiti oleh Elo pun memberi laporan, bahkan di dalam kelaspun Elo tidak pernah mau tenang dan saya sendiripun kewalahan mengahadapinya. Tak terkecuali guru kelas lain yang terkadang masuk kelas I, merekapun bingung dibuatnya. Selain itu dalam pelajaranpun dia tidak menunjukan keseriusannya dalam belajar, karena tidak ada keinginan untuk menulis, apalagi membaca saja dia masih bingung dan susah diajak kerjasama. Selama satu semester akhirnya terlihat bahwa dia sama sekali tidak ada kemajuan dan akibatnya nilai yang diperoleh masih sangat rendah.
Akhirnya saya berpikir, strategi apa yang harus saya lakukan untuk menaklukan anak kecil yang notabene nya seperti Elo, dan tidak memaksakan kehendak Elo, tetapi membiarkan Elo dengan segala tingkahnya tetapi bisa merubah sikap dan tingkah lakunya dengan baik. Pendekatan pertama kali adalah, saya mendekatinya. Saya ajak ngobrol, saya belai dia, saya puji ketika dia melakukan sekecil kebaikan. Akhirnya saya bujuk tanpa paksaan dengan membawa jajan, dan diapun mau menuruti perkataan saya. Perlahan-lahan saya dekati dia, saya belai rambutnya dan bahkan saya ajak curhat Elo dari hati ke hati tanpa pemaksaan. Elo mulai bercerita tentang kedua orang tuanya, ternyata dia hanya butuh perhatian ekstra, dan pendekatan dari hati ke hati. Elo mulai dekat dengan saya, dia mulai mau menulis atas kehendaknya sendiri, sedikit demi sedikit tulisanya muncul, walaupun masih acak-acakan. Tetapi saya selalu beri reward atas usahanya itu.
sebetulnya Elo hanya butuh teman curhat. Memang membutuhkan tenaga yang ekstra dan kesabaran yang luar biasa. Sisi lain Elo, yaitu dia begitu aktif dan tidak perah mau diam, hal itu yang membuat saya memanfaatkan keaktifanya, dengan memberi dia huruf-huruf dan memilih gambar yang dia sukai, setelah waktu satu bulan perubahan terjadi, saya uji Elo ternayta dia sudah hafal huruf dan bisa membaca, ternyata anak seperti Elo memiliki kecerdasan luar biasa dibanding anak-anak lainya. Setelah digali potensinya ternayta Elo sangat cerdas dalam pembelajaran Matematika, terutama penjumlahan dan pengurangan.
Ternyata dengan perhatian, ketekunan, kasih sayang dan pembelajaran yang berpihak pada anak dapat menggali potensi anak berkebutuhan khusus. Disini saya berpikir, dan merenenung ternyata tidak ada anak yang bodoh Tehnik kitalah dalam melihat dan membinbing nya Setiap anak memiliki talenta masing-masing, sayapun tidak percaya seperti pepatah mengatakan batu yang lama-lama di pahat pastinya terbentuk wujud yang bagus, begitu juga Elo.
Disinilah saya menemukan pembelajaran yang luar biasa, dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab pastinya akan membuahkan hasil.
Ada sebuah cinta yang tumbuh, bukan hanya sekedar tanggung jawab kepada mereka tapi rasa peduli yang tumbuh dari hati. Inti nya ke iklasan guru mengajar di dukung dengan tehnik yang bagus serta metode-metode yang inovatif akan membuahkan hasil yang maksimal.semoga dari kisah insfiratif ini bisa kita ambil hikmahnya untuk rekan guru terapkan dalam PBM

Komentar