Postingan

Istilah PPEPP

  PPEPP merupakan singkatan dari lima tahapan dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi, yaitu: Penetapan (P) standar Dikti Pelaksanaan (P) standar Dikti Evaluasi (E) pelaksanaan standar Dikti Pengendalian (P) pelaksanaan standar Dikti Peningkatan (P) standar Dikti Masing-masing tahapan memiliki peran yang penting dalam memastikan bahwa sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh perguruan tinggi sudah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Penetapan standar Dikti merupakan tahapan awal dalam SPMI. Pada tahapan ini, perguruan tinggi menetapkan standar Dikti yang akan diterapkan. Standar Dikti merupakan acuan untuk memastikan mutu perguruan tinggi, baik dari segi input, proses, output, maupun outcome. Pelaksanaan standar Dikti merupakan tahapan selanjutnya, di mana perguruan tinggi melaksanakan standar Dikti yang telah ditetapkan. Pelaksanaan standar Dikti harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Evaluasi...

BAN-PT DAN LAM

  Ada tiga aspek utama yang membedakan BAN-PT dan LAM: Pembentukan: BAN-PT dibentuk oleh pemerintah, sedangkan LAM dibentuk oleh masyarakat. Cakupan: BAN-PT melakukan akreditasi terhadap perguruan tinggi dan program studi, sedangkan LAM hanya melakukan akreditasi terhadap program studi. Prosedur: BAN-PT menggunakan instrumen akreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah, sedangkan LAM menggunakan instrumen akreditasi yang ditetapkan oleh masing-masing LAM. Berikut adalah tabel yang lebih terperinci tentang perbedaan antara BAN-PT dan LAM: Aspek BAN-PT LAM Pembentukan Dibentuk oleh pemerintah Dibentuk oleh masyarakat Cakupan Perguruan tinggi dan program studi Program studi Instrumen akreditasi Instrumen yang ditetapkan oleh pemerintah Instrumen yang ditetapkan oleh masing-masing LAM Masa berlaku akreditasi 5 tahun 5 tahun atau lebih, ditentukan oleh masing-masing LAM Perlu dicatat bahwa perbedaan antara BAN-PT dan LAM masih dalam proses transisi. Pada saat ini, BAN-PT masih me...

Tigal hal melatarbelakangi akreditasi internasional

  Ya, jawaban tersebut benar. Ketiga hal tersebut merupakan latar belakang yang mendorong urgensi dari akreditasi internasional. Globalisasi Globalisasi telah mendorong terjadinya pertukaran informasi, orang, dan budaya secara cepat dan masif. Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusannya agar dapat bersaing secara global. Akreditasi internasional dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa perguruan tinggi tersebut telah memenuhi standar kualitas yang diakui secara internasional. Multicultural Education Globalisasi juga telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya keragaman budaya. Perguruan tinggi perlu mempersiapkan lulusannya agar dapat hidup dan bekerja di lingkungan yang multikultural. Akreditasi internasional dapat membantu perguruan tinggi untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap keragaman budaya. Politik Politik juga dapat menjadi faktor yang mendorong urgensi dari akreditasi internasional. Beberapa negara...